SURABAYA – Dalam upaya mendorong kemandirian sektor kesehatan nasional, Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga menggelar kuliah tamu bertajuk “Perkembangan Implan dan Medical Device sebagai Bioproduk Bidang Kedokteran Berbasis Rekayasa Biomaterial, Jaringan, dan Organ Buatan”. Acara yang diselenggarakan pada Jumat (12/12/2025) ini menghadirkan pakar sekaligus Ketua Program Studi S2 Teknik Biomedis Universitas Airlangga, Prof. Dr. Prihartini Widiyanti, drg., M.Kes, S. Bio, CCD.

Dalam paparannya, Prof. Yanti—sapaan akrab beliau—menekankan krusialnya peran teknologi dalam menciptakan solusi medis yang berkelanjutan. Ia menyoroti bagaimana rekayasa biomaterial dan organ buatan bukan lagi sekadar visi masa depan, melainkan kebutuhan mendesak untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk medis impor.

“Pendidikan Teknik Biomedis memegang peranan vital dalam menyongsong era berdikari biomaterial di Indonesia. Sinergi multidisiplin adalah kunci untuk mengubah riset laboratorium menjadi bioproduk yang siap pakai di meja operasi,” ujar Prof. Yanti di hadapan para peserta.

Sinergi Multidisiplin di Era Berdikari

Kuliah tamu ini menarik perhatian besar karena sifatnya yang lintas disiplin. Sesuai dengan semangat FTMM sebagai fakultas yang mengedepankan kolaborasi teknologi, acara ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, serta alumni dari lima program studi unggulan:

Menuju Inovasi Kesehatan Nasional

Diskusi berlangsung hangat dengan berbagai pertanyaan kritis mengenai tantangan regulasi dan standarisasi alat kesehatan di Indonesia. Kehadiran para alumni juga memberikan warna tersendiri, menciptakan ruang jejaring antara akademisi dan praktisi industri untuk implementasi teknologi medis di lapangan.

Melalui kegiatan ini, FTMM Universitas Airlangga kembali mempertegas komitmennya dalam mencetak talenta unggul yang siap berkontribusi bagi kemajuan medical device tanah air. Dengan pemahaman mendalam mengenai rekayasa jaringan dan organ buatan, diharapkan Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam menyediakan teknologi kesehatan bagi masyarakat.