SURABAYA – Dalam upaya memperkuat sinergi antara praktisi kesehatan terapan dan inovasi teknologi medis, Program Studi S2 Teknik Biomedis dengan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya (Polkesbaya) menggelar kuliah tamu prestisius bertajuk “Perkembangan Implan dan Medical Device sebagai Bioproduk Bidang Kedokteran Berbasis Rekayasa Biomaterial, Jaringan, dan Organ Buatan”.

Acara yang berlangsung pada Kamis (23/04/2026) ini menghadirkan tokoh kunci di bidangnya, Prof. Dr. Prihartini Widiyanti, drg., M.Kes, S. Bio, CCD, yang menjabat sebagai Ketua Program Studi S2 Teknik Biomedis Universitas Airlangga.

Menyongsong Era Berdikari Biomaterial

Dalam pemaparannya, Prof. Yanti menekankan bahwa Indonesia harus segera beranjak dari sekadar konsumen menjadi produsen medical device. Beliau menyoroti peran strategis rekayasa biomaterial dan organ buatan dalam memecahkan berbagai kasus klinis di meja operasi.

“Transformasi kesehatan nasional hanya bisa dicapai jika kita berdikari secara biomaterial. Peran pendidikan Teknik Biomedis sangat krusial di sini, yakni menjembatani kebutuhan klinis dengan inovasi teknik yang aplikatif,” tegas Prof. Yanti di hadapan sivitas akademika.

Kolaborasi Multidisiplin Tenaga Kesehatan

Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh 85 orang peserta yang terdiri dari mahasiswa dan alumni berbagai disiplin ilmu Sarjana Terapan di Polkesbaya. Kehadiran para peserta ini mencerminkan ekosistem kesehatan yang komprehensif, meliputi:

Sosialisasi Program Magister (S2) Teknik Biomedis

Selain membedah sisi saintifik, sesi ini juga menjadi ajang sosialisasi Program Studi S2 Teknik Biomedis Universitas Airlangga. Prof. Yanti mengajak para lulusan sarjana terapan Polkesbaya untuk melanjutkan studi ke jenjang magister guna memperdalam keahlian di bidang riset alat kesehatan.

Hal ini disambut baik oleh para alumni yang hadir, mengingat kebutuhan akan pakar teknik biomedis di sektor rumah sakit maupun industri kesehatan terus meningkat tajam. Sinergi antara keahlian praktis dari Poltekkes dan landasan riset dari Universitas Airlangga diharapkan dapat melahirkan inovator-inovator baru yang mampu memproduksi alat kesehatan lokal berkualitas internasional.