Pekanbaru, 15 Oktober 2026 – Komitmen Program Studi Magister Teknik Biomedis Universitas Airlangga (UNAIR) dalam mengembangkan dan menyebarluaskan keilmuan teknologi biomedis kembali ditunjukkan melalui partisipasi salah satu dosennya, Prof. Khusnul Ain, sebagai narasumber dalam kegiatan kuliah tamu yang diselenggarakan oleh Program Studi S1 Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Riau pada tanggal 15 Oktober 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Prof. Khusnul Ain membawakan materi dengan tema “Inovasi Teknologi Diagnosis Medis Berbasis Impedansi Elektrik: Prinsip Fisika dan Pengembangannya”. Tema ini mengangkat keterkaitan antara prinsip-prinsip fisika, khususnya karakteristik impedansi elektrik, dengan pengembangan teknologi instrumentasi dan diagnosis medis modern.

Melalui pemaparannya, Prof. Khusnul Ain mengulas bagaimana prinsip impedansi elektrik dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengembangan teknologi untuk mengidentifikasi karakteristik dan kondisi jaringan biologis. Pendekatan ini memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan metode diagnosis medis yang bersifat non-invasif, sehingga dapat memberikan alternatif pemeriksaan yang lebih nyaman bagi pasien.

Selain membahas landasan teori dan prinsip fisika yang mendasari pengukuran impedansi elektrik, materi juga diarahkan pada aspek inovasi dan pengembangan teknologi, mulai dari konsep pengukuran, pemanfaatan instrumentasi elektronik, hingga peluang penerapannya dalam bidang kesehatan. Pembahasan tersebut memberikan gambaran mengenai pentingnya integrasi multidisiplin antara ilmu fisika, elektronika, rekayasa biomedis, dan ilmu kedokteran dalam menghasilkan teknologi diagnosis medis yang inovatif.

Kegiatan kuliah tamu ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa Program Studi S1 Fisika Universitas Riau untuk memperluas wawasan mengenai penerapan ilmu fisika dalam bidang biomedis. Melalui perspektif yang menghubungkan konsep fundamental fisika dengan kebutuhan teknologi kesehatan, mahasiswa diharapkan dapat memahami bahwa pengembangan teknologi medis membutuhkan kolaborasi lintas disiplin serta kemampuan mengintegrasikan teori dan praktik rekayasa.

Partisipasi Prof. Khusnul Ain sebagai narasumber juga mencerminkan kontribusi akademisi Program Studi Magister Teknik Biomedis Universitas Airlangga dalam memperkuat jejaring akademik dan kolaborasi ant perguruan tinggi. Kegiatan ini sekaligus menjadi salah satu bentuk diseminasi hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi biomedis kepada komunitas akademik yang lebih luas.

Melalui kegiatan akademik seperti ini, Program Studi Magister Teknik Biomedis Universitas Airlangga terus mendorong peran aktif dosen dalam pengembangan keilmuan, kolaborasi pendidikan, serta penyebarluasan inovasi teknologi biomedis. Diharapkan, interaksi akademik antara Universitas Airlangga dan Universitas Riau dapat membuka peluang kerja sama lebih lanjut dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan teknologi kesehatan di Indonesia.

#S2TeknikBiomedisUnair #FSTUnair #UnairHEBAT #ExcellenceWithMorality